THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 01 Juni 2012

Technology: Smart Solution for Teaching and Learning


         Arus globalisasi yang begitu deras tidak bisa terelakkan lagi di zaman serba instan ini. Di rumah, lingkungan, bahkan di sekolah pun, setiap individu nampaknya tidak bisa lepas dari pengaruh globalisasi. Hal ini terutama menyangkut globalisasi di dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
        Menyadari pentingnya TIK di dalam kehidupan sehari-hari, berbagai sekolah pun turut mengaplikasikan hal ini ke dalam kurikulum pelajaran mereka. Seperti apa yang dilakukan di SMA Xaverius 2 Palembang. Pelajaran komputer adalah bentuk dari pengaplikasian teknologi yang berkembang. Lebih jauh lagi, materi pelajaran ini untuk membuat siswa agar lebih akrab dengan teknologi yang ada.
        Pelajaran TIK di sekolah ini tidak hanya berkiblat sebagaimana fungsi komputer diciptakan untuk mengetik. Namun di sini, siswa diajak lebih mengenal program-program lainnya selain Microsoft Word, seperti Microsoft Excel, Microsoft Publisher, Adobe Photoshop, Corel Draw dan lain sebagainya. Meskipun Microsoft Word menjadi hal yang mutlak harus dipelajari, namun semuanya dikupas secara tuntas. Seperti halnya bagaimana membuat rumus matematika melalui program pengolah kata ini.
        Tak sampai di situ, pelajaran kesenian pun turut memanfaatkan kemajuan yang ada, guna membuat murid lebih tertarik mengikuti pelajaran. Misalnya, untuk pelajaran menggambar. Guru kesenian di SMA Xaverius 2 Palembang memperbolehkan siswanya untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam mendesain suatu gambar melalui komputer. Selain siswa dapat menyalurkan hobinya, tentu pelajaran akan lebih menyenangkan, karena siswa bisa sebebasnya mengutak-atik komputer sambil menyalurkan kreatifitasnya. Dan juga, kerjaan iseng mereka di depan komputer atau laptop yang mereka pakai dapat memenuhi nilai tugas mereka.
        Kebiasaan memanfaatkan teknologi ini juga telah menjamur di kalangan para siswa. Mereka tidak hanya menggunakan teknologi saat mendapat perintah dari guru, tapi mereka telah memiliki kesadaran diri. Seumpamanya ada materi pelajaran yang tidak dimengerti. Dengan sigap, mereka akan memanfaatkan telepon genggam yang dimiliki untuk mem-browsing internet. Bahkan social media seperti Facebook pun menjadi “lahan” bagi siswa untuk menggali ilmu. Hampir seluruh kelas di sini menggunakan jejaring sosial Facebook dan membuat suatu komunitas sebagai forum tempat berdiskusi dan bertukar pikiran seputar pelajaran.
        Untuk lebih mempermudah siswa, alamamater ini menyediakan Wireless Fidelity (Wi-Fi). Jadi siswa tak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana mengakses internet ketika pulsa mereka minim. Dengan adanya free Wi-Fi ini siswa dapat berinternet ria tanpa batas.
        Adanya hot spot di sekolah ini sebagai bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara sehat oleh pihak sekolah. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah Sumsel dalam memberikan akses internet gratis kepada masyarakat Sumatera Selatan Terbukti pada hari Jumat (1/6) dengan diadakannya Launching Sumsel Wi-Fi AreaFree Sumsel yang bekerja sama dengan Dishubkominfo dan komunitas Relawan TIK Sumsel. Dan untuk lebih memeriahkan event peluncuran Wi-Fi ini, diselenggarakan pula blogger competition bagi pelajar SMA, mahasiswa, serta umum.
        Bukan zamannya lagi untuk menganggap teknologi sebagai momok yang menakutkan. Bukan pula alasan bagi guru atau pihak keluarga untuk melarang kebebasan pelajar dalam berteknologi. Pemerintah saja mendukung penggunaan teknologi. Lantas apa yang perlu dikhawatirkan? SMA Xaverius 2 Palembang telah menjadi contoh bahwa teknologi informasi dan komunikasi dapat memberikan sumbangsih yang besar terhadap dunia pendidikan, apabila segenap pihak jeli menanggapinya.       
        Sekolah harus sadar betul akan hal ini. Pihak sekolah harusnya lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi dalam metode mengajar. Secara tidak langsung, guru harus up-to date terhadap perkembangan yang ada. Kepiawaian guru dalam menggunakan teknologi yang ada akan membuat kegiatan belajar-mengajar lebih mengasyikan, serta membuat siswa betah untuk berlama-lama belajar di sekolah.